Akhirnya impian saya dari dulu untuk punya web kesampaian juga. Setelah tanya sini sana sama AI, jadilah rumah kecil ini. Thanks AI. Sekarang saya bisa menulis, ngetawain diri sendiri, dan kadang ngetawain orang tanpa menyebut nama. Tinggal bikin nama alias. Aman, tipis-tipis.

Menulis buat saya bukan soal harus dibaca banyak orang. Kadang justru enaknya menulis seperti tidak ada yang akan membaca. Beban keluar sedikit demi sedikit, kepala terasa lebih lega, dan cerita yang tadinya bikin kesel bisa berubah jadi bahan ketawa.

Mungkin tidak semua hal harus langsung selesai. Ada yang cukup ditulis dulu, didoakan, lalu diserahkan pelan-pelan. Seperti Mazmur 62:9: curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya. Tuhan sanggup menerima cerita kita, bahkan versi yang masih berantakan dan kebanyakan micin.